Senin, 25 Maret 2013

Dilema Update Status

Update status yang Wow, bikin detak kagum atau sebagaimana bukan tanpa dilema lho sahabat. Dilema banget malah. Bayangkan anak muda yang hampir jadi, belum jadi, bukan belum jadi orang tapi belum jadi orang terkenal, hebat, wah dan lain-lain tapi kemudian tampil lain dengan kata-kata yang sebagian orang mengatakan sok dewasa, sok hebat, nggak pantas lah. Ok, mungkin perilakunya belum sesempurna kata-katanya, tapi bukannya seolah-olah maka terolah.

Menjadi berbeda diantara yang sama tentunya bukan hal yang haram, walaupun bagi sebagian orang aneh. Yups, aneh. Aneh karena berbagai alasan tertentu yang menurut saya ya bolehlah. Masa muda kok caranya tua banget. Mending juga sih tapi kalo ada yang bilang “ne anak katrok abis” . Aduh, rasanya mual2, muntah deh gue !! Pertanyaannya kemudian, yang gak katro itu seperti apa.

Menjadi orang yang seperti rata-rata itu biasa. Yang luar biasa itu berada diatas rata-rata umurmu. Apanya yang diatas ? Jawabannya : Kualitasmu. Kalau ada yang bilang kamu ketuaan. So, terima saja. Toh yang bilang belum tentu lebih baik dari mu.

Satu hal lagi sahabat muda, gak mudah lho selalu tampil positif dijaringan sosial dunia maya ini. Sifat kita sebagai anak muda yang masih naik-turun, kadang-kadang galau gak ketulungan. Saat pikiran lagi galau abis, pengen banget nyampein unek-unek kejaringan sosial, mau marah-marah, bentak-bentak. Akhirnya harus urut-urut dada, ingat larangan, GAK BOLEH !! GAK BOLEH UPDATE STATUS NEGATIF !! Beh, rasanya berat banget. But, mikir lagi, manfaatnya apa buat yang baca. Apakah dunia harus tau kalo gue lagi galau. Kenapa gak hubungin teman gue, trus curhat. Cukup tuhan, dia dan gue yang tau saja. Dan yang aneh lagi, apa coba manfaatnya maki-maki di dunia maya. Tau gak itu malah nurunin reputasi kamu sendiri di depan kerabat, sahabat, calon patner, calon camer, calon orang yang akan memperkerjakan kamu juga. Rugi banget malah. Bisa-bisa orang yang akan memperkerjakan kamu membatalkan niatnya karena penilaiannya yang kurang baik kekamu.

So, mulai sekarang budayakan jadi orang yang bermanfaat. Meskipun baru hal kecil yang bisa kamu lakukan, yups update status yang positif. Walaupun bukan isi ceramah, motivasi, bisa juga humor dan lain-lain setidaknya jangan galauuuuuu, cediiiiiihh..intinya jangan bikin serotonin di otak turun. Nanti kalau keseringan di tulis, baca, ingat jadi nasib lho sobat.
Ok, Keep Spirit !!! Salam Muda !!

Sabtu, 23 Maret 2013

Perubahan


Dalam hidup tidak ada yang abadi, semua akan berubah. Ntah perubahan itu kita senangi atau kita benci. Waktu berubah, umur kita berubah, tanggal, bulan, tahun hari ini akan berbeda dengan kemarin. Sel-sel dalam dalam tubuh kita juga berubah.
Perubahan bisa kita maknai secara positif juga negatif. Positif jika kita siap dengan perubahan tersebut. Misalnya dalam hal mengirim surat, jaman dulu dan sekarang sudah berbeda. Jika patner kita menuntut surat dikirim melalui email, masak iya, kita maksa ngirim lewat pak pos. So, ketika kita sudah mampu mengirim surat dengan email berarti kita sudah siap dengan namanya perubahan. Nah, jika kita malah membenci perubahan tersebut, alih-alih ngirim surat dengan email, menghidupkan komputer saja tidak mampu, berarti kita memaknai perubahan secara negatif. 
Berubah atau mati
Slogan ini mirip slogan para pejuang, merdeka atau mati. Berlebihan kah ? pastinya tidak. Tidak ada yang terlalu hiperbola disini. Jelas saja tanpa berubah kita akan menjadi manusia yang berdiri ditempat, tanpa kualitas yang diperhitungkan. Kehadiran kita hanya angin berlalu, bahkan dianggap memusingkan sebagian pihak. Bisa dipastikan akan banyak proyek yang gak akan tercantum nama kita.
Explore your self
Semua dimulai dari diri mu. Tata dirimu dari hal yang paling mudah. Bangun lah lebih cepat. Kerjakan yang harus kamu kerjakan. Jika memungkinkan carilah mentor yang bisa mengajarkan mu banyak hal. Jika terlanjur obesitas, ubahlah pola makan, istirahat, olahraga. Semoga bisa menjadi orang yang lebih bugar, percaya diri sehingga banyak kesempatan yang tidak akan pernah kamu benci kehadirannya.

Sabtu, 16 Maret 2013

Vs Vsan yuks..

Dosen A Vs Dosen B 
Kalau dosen datangnya tepat waktu, ngajarnya benar (gak kejar-kejaran, gak asal-asalan, gak lompat lompatan) eh malah gak disukai. Tapi yang model sebaliknya, malah jadi jadi idola, ngajar asal-asalan, tanpa memperdulikan ntah paham atau gak si mahasiswanya, yang notabene bilang sudah ngerti padahal gak ngerti, yang penting kuliah cepat tutup buku, eh gayung bersambut, dosennya sepaham. Kita  kaum minoritas sering ditindas oleh si mayoritas, mayoritas malas belajar maksudku, katanya sih jurusan sudah sesuai hati nurani, tapi malas, itu sangat memalukan. Tapi justru dosen seperti ini yang disukai oleh mahasiswa karena dianggap mampu memahami hati dan perasaan mahasiswa. Mungkin pembaca ada yang gak setuju dengan penuturan ku diatas, aku maklum sih pasti karena kalau  mahasiswa, anda termasuk yang salah pilih jurusan, kalau dosen pasti dosen yang kurang bertanggungjawab. Uups, sori yang salah mohon dikoreksi, saya cuma lagi belajar memperhatikan sekitarnya dan menulis kembali dengan penuh hati nurani.

Kalau dosen yang ngajarnya sungguh-sungguh, bahkan sampai mencoba beberapa metode agar si mahasiswa mengerti. Eh, malah kurang dihargai dan dianggap “terlalu serius” dan sudah gak jaman yang begituan. Kok rasanya jadi pengajar itu serba salah banget ya. Yang salah mahasiswanya atau pengajarnya. Ya dua-duanya saja biar aman. Toh, manusia gak  ada yang sempurna. Mahasiswa juga harus tobat jurusan kalau selama ini khilaf dan belajar menghargai dosennya juga pulang kerumah belajar kembali sesuai denga gaya sendiri, bisa jungkir balik, kejar-kejaran, gaya dada, terserah anda yang penting bahagia dan bisa. Dosen yang sangat-sangat kami  hormati juga mohon mengerti kami, kami berbeda. Mungkin selain memperdalam ilmu yang akan disampaikan juga mempelajari cara-cara mengajar yang mudah dan disukai. Jangan Cuma marah-marah kalau kami gak jadi mahasiswa sesuai harapan. Buktinya, kami bisa belajar serius dengan beberapa dosen, dan katakan “TIDAK” dengan beberapanya lagi.

Otak kanan Vs Otak Kiri 
Bagusan mana otak kanan atau otak kiri? Banyak pakar yang bilang dominanlah otak kanan karena otak kanan adalah otak kesuksesan, otak seorang pemimimpin, otak pengusaha. Sedangkan otak kiri, tukang ngafal dan ngitung alias thinking dan sensing. Tapi ada juga yang bilang keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri. Saya bukan peneliti, jadi saya gak berhak mengatakan harus lebih aktif yang mana. Kanan, kiri atau tengah terserah anda, Buktinya JK bisa juga sukses dengan mengandalkan otak tengahnya. Kalau saya sendiri Dominan besar kanan alias otak kanan, Intuiting Introvet. Kanan, pendiam, 75 % dari diri sendiri 25 % lingkungan, gak suka ngomongin masalah pribadi, Dan gak pantang menyerah juga biasanya apapun yang diinginkan tercapai. Saya cocok jadi penulis, pengusaha, investor, marketing dll. Dan saya bisa belajar dengan baik dengan mengonsepkan sesuatu. Nah itu hasil scan sidik jari saya, berhubung gak ada uang untuk scan otak atau kornea mata, saya rasa sidik jari sudah cukup untuk menunjukan siapa saya, dimana kemampuan terbaik saya alias bakat alami. Dan Alhamdulillah, saya sangat nyaman setelah mengikuti test ini. Oya, yang paling membahagiakan adalah jadi ketauan saya bukan dominan otak kiri, soalnya saya merasa risih karena sikap beberapa orang yang mengatakan kalau dapat nilai raport delapan keatas berarti otak kanannya lemah dan yang paling malas belajar berarti dominan otak kanan. Dan tau sendirikan, nilai disekolah hanya menentukan 20% kesuksesan..hehe. Banyak buku yang sudah mengungkapkan ternyata yang dominan otak kanan lebih sukses dimasa depannya. Kalau yang pinter cuma bisa pengikut, jadi dosen, manajer. Si kanan bisa jadi bos besar, punya perusahaan, penulis terkenal dan lain-lain. Tapi aku pribadi tetap menghargai si dominan otak kiri kok. Tapi tetap, mulai lah sesuatu dari kanan, jadilah golongan kanan. Mungkin ini slogan yang cocok untuk otak kanan. Bukannya seimbang toh kiri kanan, kanan pemimpin, kiri pengikut, kanan penjual, kiri pembeli. Bingung kan. Keep positif saja.
Pengawas A Vs Pengawas B
Berhubung masih fres tentang ujian, maklum baru sebulan yang lalu final. Aku suka meperhatikan setiap dosen yang ngawas. Wow, aku salut sama beberapa yang intergritas dan profesionalnya tinggi. Tapi menurut pendapat teman-teman ku, dosen seperti itu gak seru, seperti gak pernah muda dan kuliah, ngawasnya seperti jagain anak SD. Ketat super duper menegangkan. Tetapi bukannya itu bagus ya, dari pada ngawas seperti jagain anak Tk A dan B, mahasiswa dibiarkan bebas, bebas melihat kekanan kekiri, melongok kebawah ngintip mantra asalkan gak saling melemparkan batu atau tonjok-tonjokkan, itu diangggap sah. Dan tenyata hasil polling membuktikan yang seperti ini disukai 99,9 % peserta ujian. Yang membingungkan ku, sebenarnya yang benar seperti apa ? Apakah anak-anak muda yang notabene otaknya masih fresh pantas diperbodohkan seperti itu ? Dan bukankan seharusnya kalau gak mampu lebih baik mundur, Wajar dunk nyontek otak matematika kuliah kedokteran. Memang ini menakutkan, tetapi bukanka bisa menyebabkan perderitaan berkepanjangan. Kalau aku sendiri dulunya saat memutuskan jurusan kuliah juga bukan pilihan sendiri tetapi memang keadaanya sudah terjadi. So aku lebih memilih menikmati, melakukan yang terbaik, belajar menurut metodeku sendiri. Dan aku juga menyediakan cukup banyak waktu bahkan melebihi waktuku ngulang pelajaran kuliah untuk melatih bakat alamiku. Aku sendiri tipe yang mudah bosan, aku bosan belajar hal-hal yang umum. So, selama ini sangat menikmati kalau ada mata kuliah terbaru, seperti medikal bedah yang baru-baru ini berhasil mencuri perhatianku. Aku suka belajar dengan hal-hal bisa bikin penasaran dengan dosen yang bisa memotivasi mahasiswa serta mengajar dengan intonasi dan bahasa tubuh yang lugas layaknya motivator. Tetapi didalam kenyataan gak ada yang sempurna, So aku mencoba mengulang di rumah dengan metodeku sendiri. Yang paling penting menurutku, kenali diri sendiri Deh. So Pengawas ujian bisa profesional dan gak disalahkan dalam kasus ini.

Teman Pelit Vs si baik hati
Kalau saat ujian, teman yang suka teriak kanan kiri adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Dan yang pelit (menurut PENDAPAT yang malas belajar, gak PD sama kemampuan sendiri. TITIK !! gak boleh bantah !) adalah anugrah yang nggak diharapkan. Berbeda dengan si pahlawan yang selalu dieluk-elukkan yang bisa mengantarkan mereka dapat nilai A bareng-bareng atau jatuh kejurang dengan nilai D dan E bersama-sama. Pengalaman ku sendiri saat masih suka diskusi saat menjawab soal ujian adalah merasa gak puas n gak percaya dengan kemampuan sendiri. Sangat berbeda jika ujian bisa jujur. Rasa PD nya bisa meningkat bukan hanya masalah mengisi kertas ujian tapi juga dalam kehidupan. 
Maaf teman-teman, ini asli  pendapat saya, yang kurang setuju bisa langsung menghubungi saya dan silahkan buat tulisan masing-masing..hehehe. Dan sori sori kalau agak  acak-acakanbacaannya, maklum si kanan memang selalu begitu..














Muda dan Membanggakan !

Muda, kaya, rajin ibadah. Belum lagi berbakti kepada orang tua. Semua orang juga pasti punya keinginan menjadi yang membanggakan seperti itu. Ntah menjadi anak orang kaya atau bahkan kaya akibat kerja keras sendiri.  Kalau memang sudah terlahir berkecupan,  kebanyakan anak muda malah gak bisa menggali potensi terbesar dalam hidupnya. Berbeda dengan yang terlanjur terlahir miskin, mau gak mau harus  memaksa diri untuk kerja keras. Apapun akan dilakukan demi sesuap nasi dan secercah harapan untuk mengubah masa lalu.
So, idealnya masa muda ngapain aja..


Muda penuh tenaga,kreativitas seharusnya juga dibarengi dengan penuh amal dan karya
Menjadi anak muda juga merupakan kebanggaan tersendiri. Saking menjadi kebanggaan banyak anak muda yang yang memaknai masa muda masa yang paling indah didalam sejarah kehidupan. Indah menurut kaca mata mereka indentik dengan foya-foya, ngabisin duit orang tua dan manfaatkan waktu untuk pacaran. Pertanyaannya kalau hal seperti itu disebut indah, mau gak jadi pecandu, terlibat seks bebas, masuk penjara biar lebih bahagia? Kalau masih normal pasti gak mau donk, yaa jadi pecandu mendekati tahap akhir untuk katagori foya-foya. Terlibat seks bebas akibat pacaran yang kebla-blasan, sekalian aja ngabisin duit orang tuanya biar lebih dan lebih bahagia. So, mulai sekarang mulai ganti yok, masa muda yang bijak seyogyanya adalah masa yang penuh amal dan karya. Dari pada ngabisin waktu untuk hal yang kurang bermanfaat kenapa gak belajar, berkarya, beramal sekaligus jadi “Icon “ anak muda yang positif. Bukan berarti ngajakin hidup susah lho, masi bisa senang-senang kok. Yang penting terus belajar dan management waktu dengan baik.


Contoh anak muda yang membanggakan.

Ada Raditya Dika Penulis Homuris Ternama Itu Lho, Mark Elliot Zuckerberg penemu Fb, dan banyak banget pengusaha-pengusaha muda yang bermunculan sekarang. Coba deh sediain waktu untuk sekedar searching tentang anak-anak muda berprestasi. Pasti kamu akan terkagum-kagum sekaligus dapat insipirasi untuk melakukan perubahan dalam hidupmu. Apapun itu yang penting bisa menjadi diri sendiri tetapi diri sendiri yang terbaik ya. Kamu pelajari deh gagasan, attitude dan perjuangan mereka yang luar biasa.


Tips menjadi sukses dimasa muda
Dimana-mana tips sukses sama saja. Menurut saya yang lebih penting punya mimpi, alasan yang kuat dan belajarlah dari yang terbaik. So, yang penting action. Gak papa, kalo kita Cuma baru bisa berubah satu langkah, besok kita bisa lari lebih kencang. Segala kemungkinana bisa terjadi dengan mudah di masa muda. Keep smiling.


Kamis, 09 Agustus 2012

MOTIVATOR ELECTION SEASON 2



Assalamu’alaikum wr. Wb. Hana keber kk azza, kk medi, kk paijo, edelwis, nanda dan semua pong2 ku, semua keluarga besar Think Miracle Indonesia dan peserta Motivator Election season 2, Salam Generasi Tangguh !!!


Elvi mau bercerita, boleh ya? cerita apa? tentang kita lah, hahaha. Soalnya untuk melengkapi kesan pesan kemaren yang saya tulis singkat, padat dan ntah jelas ntah tidak, dan mungkin kk panitia bertanya-tanya  kenapa peserta yang satu ini rada-rada kurang jelas dan sangat malas, perasaan yang lain panjang dan lebar isi tulisanya. Ok, untuk menghilangkan kebimbangan antara kita semua. Kok jadi bimbang? hmmm... hahaha... Penasaran?


Ok, dimulai ya..

Mungkin pertanyaan pertama yang ada di benak teman-teman kenapa ini bela-belain jauh-jauh ke takengon? hahaha, yang jelas bukan mau ikut pesantren kilat, tetapi mau belajar tentang motivator itu sebenarnya seperti apa dan entrepreneur itu bagaimana sih . Kapan lagi berhubung libur kuliah juga kan? Dan kapan lagi bisa belajar langsung sama motivator 1 aceh? Tahun depan belum tentu ada kesempatan, belum pasti sehat, dll. Umur pun makin tua, haduuhh...


            Yakin bener? Memang tau kegiatannya seperti apa? Remang-remang sih dan malas juga nanya, makin banyak tau makin takut untuk pergi. Lebih baik di hadapi aja apapun yang terjadi. Jujur nih, ga tau nih gak boleh pakek baju kaos dan yang dibawa kebanyakan baju kaos. Then ada prepare apa sebelum  pergi? gak ada, yang di bawa cuma buku 1 + yasin. Buku yang pengarangnya Dale Carnegie. Buku yang mengajarkan banyak tentang cara berhubungan dengan manusia. Dan lagi proses di baca + berusaha untuk di praktekkan, semoga bisa walaupun susahnya ampun deh, tetapi tetap harus baca karena gak mungkin cuek terus sama orang, jadi orang harus flexsibel yah ??? hehehe


Memang orang tua mengizikan + ga khawatir gitu? yang jelas semua orang tua itu sama. Pertamanya memang gak di izinkan. “Memang siapa kak azza itu ?” ini pertanyaan pertama dari ayah.  Kayaknya saudaranya mario teguh yah, hahaha. Bukan, maksudnya motivator kayak pak mario itu. Pokoknya ga boleh pergi titik katanya. Akhirnya Final di kampus membuatku tidak membahas masalah ini dulu. Then, selesai final, kembali merajok + adegan nangis-nangis seperti anak kecil. Pokoknya harus dapat kata “iyaa”. Karena bagi elvi tetap ridho orang tua adalah segalanya. Kalau udah dibilang “iyaa” berarti ga ada hambatan lagi, insyaallah semua akan mudah seperti jalan tol. Aamiiin.


Apakah ga takut? sedikit, cuma sedikit. Elvi sudah terbiasa berhubungan dengan orang yang berbeda adat dan budaya sejak Smp. Alhamdulillah, pengalaman berorganisasi mengajarkan dan mempertemukan  elvi  dangan orang. Jadi elvi biasa saja saat berhubungan dengan siapa pun. Bagi elvi sama saja. Yang membedakan hanya tingkat ketakwaan kita, seeeh...Pengalaman pertama naek L300 sendiri ke takengon, memang rada-rada ga ngerti apa yang sedang dibicarakan sama penumpang L300, jadi akhirnya Diam saja lah. Oyaa, ini untuk kedua kalinya saya ketakengon. Yang pertamannya sekitar 5 tahun yang lalu bareng teman-teman liburan sekolah. Dan hati nurani yang paling dalam mengatakan di sana akan baik-baik saja. Jadi insyaallah niat udah baik dan kedepannya pasti baik. Jadi Go saja lah, ga nekat-nekat amat. Semua sudah diperhitungkan matang-matang kok.


Terus gimana kesan pesannya ..


Pastinya semua yang terjadi semuanya berkesan. Alhamdulillah banyak hal bisa elvi pelajari baik yang memang di pelajari di dalam ruang OP-ROOM Bupati Aceh tengah atau diluarnya..hehhe. Ternyata di sana banyak anak-anak yang luar biasa seperti dek  Edelwis mentovani, kk belajar lagi apa artinya tegar dari kamu, salam buat mamanya ya dek, semoga sukses selalu untuk kamu.Jadilah distributor ilmu tuhan. nunung apa kabar ?semoga rencana bisnisnya berjalan lancar ya. Makasih buat kalian berdua yang udah mau jadi teman kakak selama di sana apa lagi di hari-hari pertama di sana. Kangen deh jalan-jalan bareng. Kata-kata yang selalu kk ingat “ kk capek ya, kk pasti ga biasa, naik-turun jalannya”. Ehmm.. tau kah kalian, kk sangat menikmati, namanya juga gak pernah, rasanya gimana gitu. Suasananya damai, adem. Beruntunglah orang-orang yang tinggal di sana. hehe. Kalau yang paling berat di sana yaa.. bangun sahur, harus cuci muka, apa lagi sholat subuh, dingiiin banget... brrrrrr.....  hahahaha. Rasanya kalau di sana anti-air deh. Jangan kena-kena air. Tetapi alhamdulillah, puasanya ga berasa lapar dan dahaganya. Perasaan kayak gak puasa. Berkah banget.





Selama Training yang paling berkesan yah, hari terakhir itu, bisa tampil di depan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda. Kalau boleh jujur udah lama banget gak tampil seperti itu. Terakhir jaman-jaman sma, hehe. Memang tanpa persiapan yang matang, but sangat menikmati. Padahal di awal-awalnya mau nyapa pakek bahasa gayo, hana keber bla bla bla.. eh, kelupaan.. tapi gak pa2, ternyata gitu rasanya jadi motivator, jadi ada motivasi untuk belajar lebih dalam ilmu public speaking.  Selama training perasaan bercampur aduk ada ketawanya, nangisnya, takut. eh, ada juga kawan yang hampir copot jantung..Hehe. Intinya semua rasa ada karena hidup itu adalah rasa. Benar begitu kak azza? iyaa, kata kak azza..


Pastinya akan selalu merindukan semua teman-teman motivator election season 2. Ana, julian, aina, helmy, ade, shamsul, rifki, dini, plita, mala, icut, sasni, lena, mina, putri dll..intinya semuanya. 


Oya, thanks buat Aina Fm kadonya. Ga nyangka dapat kado, banyak+cantik-cantik lagi..hehe


Makasih banyak juga buat wisa, sasni, juniari dan ana yang udah mengizinkan kk nginap di tempat kalian selama di sana. Bahagia rasanya bisa kenal orang-orang hebat seperti kalian. Kapan-kapan kita sharing lagi ya? Rasanya masih banyak yang belum di bahas..hehe.


Apa lagi ya? Makasi buat kk azza juga yang udah memastikan di sana aman-aman aja dan semua-semuanya. Terus apa lagi ya ?? oya, elvi juga minta maaf yang sebesar-besarnya kalau selama di sana ada perkataan atau tingkah laku elvi yang menyinggung perasaan semua-semuanya. Mohon di maafkan ya ? Apa lagi udah masuk 10 hari terakhir ramadhan..hehehe



           
Oya, mungkin masih ada yang bingung di Lsm atau di mtg glp dua. Saya pun jadi ikut-ikut bingung. Gini, elvi rumahnya di mtg glp dua. Kalau di sana kuliahnya.  So. Teman-teman yang mau ke sini jangan lupa kasih tau ya, kalau 30 orang kayaknya muat, tapi kepanasan, kasian juga ya..hehe..


Thanks buat yang udah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini. Penulis siap menerima kritik dan saran untuk perbaikan di masa yang akan datang. Dan semoga persahabatan kita terus berlangsung. Saling men-support walaupun jauh. Sukses untuk semua. SALAM GENERASI TANGGUH !!


By : elviyanti

            Matangglumpangdua, 9 Agustus 2012 


Senin, 04 Juni 2012

Motivatorku Sahabatku


Suasana Kampus Ilmu Keperawatan hari sungguh menyungguhkan kesan berbeda,  ada angin-angin cinta yang menambah semerbak harum tugas-tugas presentasi patofisiologi dan skill lab mata kuliah KDM kali ini.



 Bagi Rasti, hari ini begitu mempesona karena menawarkan sejuta keindahan buaian cinta dan semangat perjuangan dalam menggapai impian dan cita-cita. Kehadiran Radit di tengah-tengah kehidupannya menawarkan secercah harapan dalam menggampai impian. Sosok Radit memang penuh kontroversi. Terkenal dengan aksinya yang tak pernah mau mengalah dan agak sedikit keras kepala. 

Jelas saja sifat nya sangat bertolak belakang  dengan Rasti yang melankolis dan terkenal sebagai anak yang penurut, kehadirannya di Jurusan ini karena tak kuasa menolak keinginan orang tuanya sudah lebih dari cukup untuk membuktikan betapa polos dan lugunya anak ini, hingga berani mengabaikan harapan yang telah di tanam sejak awal masuk SMA yang terfokus untuk menjadi Politikus atau komunikator handal. Bagi Rasti harapan orang tua adalah segalanya. 



Lagi pula rasanya tidak begitu berat menjalani keinginan orang tuanya, kecintaan Rasti terhadap kemanusian sudah di mulai sejak remaja, tak ada yang meragukan keaktifannya di ekstrakulikuler PMR, bagi anak sepolos Rasti bisa menolong orang lain adalah segala-segalanya. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

“ Rasti, apa tujuan hidup mu, sahabatku ??” Tanya Adit dengan penuh rasa penasaran. Sekilas raut wajahnya menggambarkan betapa Radit ingin mengajak sosok di hadapanya berjuang dan menjadi pemenang nyata di dalam kehidupan ini. Dengan agak terbata-bata, Rasti mencoba mengeluarkan suara nyaring  yang agak tertahan di tenggorokannya.

“Aku ma mau menjadi seperti kamu”,  Jawaban rasti begitu simple sambil mengeluarakan selembar kertas kusam yang berisikan daftar mimpi layaknya milik Rangga Umara, pengusaha sukses itu.

Radit bingung,  hanya terkagum-kagum  melihat sosok wanita hebat di hadapannya. Ternyata bukan dia dan teman-teman MLM nya saja yang memiliki daftar mimpi. Tetapi wanita berusia 19 tahun ini juga ternyata memiliki arah dan tujuan hidup. Salah satu impiannya menjadi penulis novel handal. Dan mimpi jangka pendek sahabatnya ini adalah melihat cerpennya muncul di koran terkemuka aceh. Ya, semoga keinginan anak polos pinggiran kota ini bisa tercapai.

“Dit, sungguh aku belum PD menulis. Tetapi rasanya aku mampu, aku belum pernah mengikuti pelatihan menulis, bagaimana kalau tulisan ku ini terkesan kampungan. Oh, aku malu dit ?? “ Rasti mulai membahas ketakutan yang mengganggu perasaannya beberapa hari ini.

“Rasti, sahabat ku yang paling ku kagumi. Mulai lah menulis, gerakkan penamu perlahan-lahan dengan penuh ketenangan. Terbangkan ke angkasa segenap imajinasimu, fokus pada setiap kata yang ingin kamu rangkai hingga kata-kata itu menjadi seikat kalimat penuh makna. Kemudian tulis lagi kalimat selanjutnya sampai membentuk sebuah paragraf berkualitas. Dan tulis dan tulis lagi, jangan pernah menyerah. Jika pikiran mu buntu, istirahatlah sejenak. Saat pikiranmu sudah mulai tenang kembali. Menulislah lagi. Kamu pasti bisa.” Ucap radit berapi-api sambil sesekali tersenyum manis penuh makna.

“Iyaa, sahabatku, kamu memang selalu menjadi orang yang bisa menenangkan kegundahan dan kebimbangan.  Kamu adalah orang yang bisa melukis senyuman di wajah ku dan menghapus deraian air mata ini. Aku masih ingat, saat kamu membela ku mati-matian ketika mereka semua mengancamku karena kepolosanku mengatakan dosen Mikrobiolgi harus memberi materi ulang karena kita belum sepenuhnya paham tentang Daur hidup cacing Sacromicetes dan kawan-kawannya” Jawab Rasti dengan lembut dan anggun.

“Hehehehe.. Namanya juga sahabat, kamu terlalu berlebihan. Kan kalau aku lagi Down, dirimu juga yang selalu mensupport aku, aku sang anak rantau yang jauh dari belaian kasih sayang orang tua. Aku yang tak mudah menahan segala godaan di tengah kota besar ini. Dan kamu adalah orang yang selalu mengingatkan ku untuk tetap berada di jalan yang benar. Orang yang mendukung aku untuk berjuang memperebutkan kursi Presiden Mahasiswa, walaupun akhirnya aku gagal. Dan kamu adalah orang pertama yang menghibur saat ku terpuruk, karena hidup adalah perjuangan. Dan kekalahan bukanlah awal dari kehancuran kan. Betapa beruntungnya aku di pertemukan dengan orang seperti mu ??”  Ucap Radit.

“Bisa aja deh, yasudah lah Dit, aku harus ke Perpustakaan nih, aku sudah di tunggu teman-teman untuk menyelesaikan bahan presentasi Patologi besok. Sampai jumpa besok Dit.. “ Rasti akhirnya berlalu meninggal Radit. Radit hanya tersenyum-senyum saja melihat tingkah sahabatnya yang satu ini, tiada hari tanpa ke Perpustakaan.


Malam hari di rumah kost sederhana..
Rasti menatap layar notebook nya yang agak sedikit kusam karena debu yang menempel.  Dengan semangat yang berkobar-kobar layaknya pahlawan yang ingin mengusir penjajah, calon penulis terkenal ini mengawali tulisan pertamanya dengan ucapan basmalah dan kemudian memainkan penanya huruf per perhuruf sambil mendengarkan alunan musik yang syahdu. Tiba-tiba Layar handphonenya memunculkan  nama salah satu sahabat karibnya, Desta.

“Assalamu’alaikum Des, ada apa ?” Rasti merasa aneh karena jarang-jarang aktivis mahasiswa ini menghubunginya.
“wa’alaikum salam, Rasti kamu harus kuat ya. Radit semalam mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang dari kost ku ” ucap Desta di sertai isak tangis.

“ Innalilahi wainnalilahi Rajiun .. “  Handphone Rasti terjatuh begitu saja tanpa perintah dari pemiliknya.  Rasti kali ini benar-benar tak kuasa. Air mata  benar-benar tak kuasa lagi di bendung. Kesedihannya benar-benar memucak. Di ambil kendaraan bututnya dengan tergesa-tega dan tancap gas menuju rumah sakit Keumala, tempat sahabat terbaiknya dirawat. Tetapi pada akhirnya Rasti benar-benar harus menelan pil pahit karena sahabat terbaiknya telah terbaring lemah tak berdaya, luka-luka telah menghiasi seluruh  tubuhnya yang kekar. Radit benar-benar telah tiada. Rasti tak mampu mengucap sepatah kata pun lagi. Rasti pun tertunduk lemas tak berdaya. Tak ada lagi orang yang setia mengobar-ngobar semangat layaknya motivator handal seperti Andrie Wongso saat sang penulis ini terjatuh. Tak lagi penenang kala hati gundah dan kecewa ketika. Rasti sungguh belum siap menerima kenyataan.

“Dit, aku akan selalu mendoakanmu semoga kamu tenang di alam sana. Aku ga akan pernah lupa dengan semua nasehat dan semangat mu. Aku akan berjuang dit, semangat mu akan selalu hidup di hatiku selamanya”, Rasti harus iklas menerima kenyataan di hadapannya dan hidup pun harus di lanjutkan meski tanpa Radit. Dan cerpen karya Rasti pun harus di teruskan walaupun tanpa sang motivator, Radit tak kan pernah membacanya.

Written : Elviyanti